Pertama kali dalam sejarah menyentuh Taman Situ Lembang, sebagai titik awal perjalanan kita. Bareng komunitas Jalur Medina, Jurnal Kita, dan tim dari JIPFEST, kita akan eksplor antara Cikini dan Menteng. Sebuah tempat yang dari awal terbangun sudah memiliki stigma, kawasan orang “Have“. Untuk sebagian orang, kawasan ini berisikan rumah mewah, jejeran mobil “fancy“, hingga kawasan komunal “YMMA”, Yang Mampu-Mampu Aja.
Ternyata, itu semua salah. Aktifitas antara Cikini – Menteng bisa menjadi kawasan yang ramah pejalan, dan kawasan yang ramah anak juga. Di sebuah waduk kecil, banyak sekali kehidupan warga setelah lelahnya beraktifitas di weekday. Mereka bercengkrama dengan warga sekitar, bercanda dengan keluarga, atau hanya berolahraga. Aktifitas sekitar danau berubah menjadi hidup di kala itu. Termasuk kita, yang akan menjelajahi Cikini – Menteng dan diawali dari sebuah waduk nan asri, Taman Situ Lembang.

Aktifitas diawali dari perkenalan, dan mencerita kawasan Menteng pada dahulu kala. Asal-usul Menteng juga pun dijelaskan disana, unik rupanya. Setelahnya, kita juga mengawali pembagian kamera Instax untuk menjadi alat pendukung dokumentasi perjalanan kala itu. Perjalanan antara Cikini-Menteng menjadi sesuatu hal yang unik apabila didokumentasikan dengan kamera Instax. Spesialnya, Instax Wide Evo dan Instax Evo Cinema menjadi dua kamera yang bisa dicoba oleh temen-temen komunitas.
Perjalanan antara Cikini – Menteng menjadi lebih berwarna karena tidak sekedar berjalan, namun juga diceritakan beberapa fun fact di rute tersebut. Hal yang bekaitan dengan sejarah, asal-usul, dan tempat unik diceritakan oleh tim Jalur Medina. Sekaligus, kita memotret dengan kamera Instax. Hasil foto yang dihasilkan akan digunakan oleh peserta untuk menulis jurnal bersama Jurnal Kita.

Setibanya di Taman Ismail Marzuki, kita visit ke Jakarta International Photo Festival yang berlangsung sebagai agenda tahunan. Jakarta International Photo Festival (JIPFEST), merupakan sebuah pameran foto terkurasi yang di dalamnya juga ada kegiatan talk show, workshop, dan aktifitas lainnya dengan tema tertentu. Kali ini, tema yang dihadirkan “Resilience” yaitu menyoroti cara manusia bertahan, beradaptasi, dan memulihkan diri di tengah perubahan serta ketidakpastian.


Selain menikmati karya di JIPFEST, kita juga diceritakan bagaimana proses pengambilan gambar, makna yang terkandung, hingga kondisi gambar saat ini apakah masih berlanjut atau tidak. Semoga kita bisa hadir di event JIPFEST kemudian.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan mempelajari, mengolah, dan menyusun jurnal dalam bentuk Zine. Zine yang disusun berisikan foto dan tulisan berisikan cerita atau deskripsi sepanjang perjalanan. Selain itu, tim dari Fujishopid juga memberikan langkah atau demo bagaimana peserta bisa melakukan print dari karya yang sudah dibuat sepanjang perjalanan. Hasil foto yang sudah diprint bisa dijadikan dokumen pendukung Zine atau menjadi karya prbibadi.






