Kapan terakhir kalian ke Bandung? Sebuah kota yang tepat berada di tengah provinsi Jawa Barat. Kota tersebut penuh dengan nilai historis serta menyimpan kekayaan kuliner yang banyak. Minggu lalu, tepatnya 17 Oktober 2026 sebanyak 18 peserta berangkat ke Bandung untuk menjajaki pasar tradisional dan kawasan penuh historis. Acara kali ini, kita disupport kacamata AI oleh Rokid.

Berangkat dari Jakarta jam 06.00 wib, kita langsung menuju Bandung. Kondisi perjalanan amat sangat lancar namun ada kendala kemacetan di daerah Pasteur. Spot pertama adalah Pasar Cihapit. Pasar Cihapit adalah pasar yang sering dikunjungi warga kelas “atas” untuk berbelanja dan sejenisnya. Kini, pasar tersebut tersimpan kuliner legend, jajanan kekinian, hingga food-stall yang memiliki konsep unik pada makanannya. Beberapa yang dikunjungi adalah RM. Bu Eha. Usul punya usul, ternyata Bu Eha merupakan tempat makan yang menjadi langganan istri Ir. Soekarno, Inggit Garnasih.

Setelah dari Pasar Cihapit, kita sempat mampir ke Teras Pagi untuk berhenti sejenak mendengarkan cerita atau kisah guide kita dari Jakarta Kuliner on Sunday. Cerita Pasar Cihapit cukup membekas, terutama karna suasana, kuliner, dan momen.
Tidak lupa juga, kita mencoba kopi sembari membaca buku serta test kacamata dari Rokid. Suasana pagi itu sangat hangat karena banyak aktifitas yang dilakukan. Spot selanjutnya adalah Pasar Kosambi.

Pasar Cihapit, tidak kalah legendaris. Menyimpan segudang kuliner yang tidak kalah menarik. Salah satu yang menjadi highlight kali ini adalah Abon Bu Achmad. Abon yang digunakan adalah suwiran ayam yang dimasak pedas sehingga menjadi hidangan yang enak apalagi dicampur nasi. Sistem pembelian di tempat ini adalah per 250gram. Sehingga, pembelian abon saat itu bisa digunakan untuk stok di rumah.
Tidak jauh dari Abon bu Achmad, terdapat juga Roti Bumbu – Bakar Cari Rasa. Roti bakar ini ternyata sangat eksis sekali. Mereka menjual berbagai potong, dari kecil hingga besar. Serta, memiliki rasa yang variatif: Coklat, Keju, dan Kacang. Kamu bisa combine sesuai selera.

Kegiatan selanjutnya adalah walking tour. Bandung punya cerita menarik di sisi cerita historical. Kini, kita eksplor sebagian kecil sejarah di kota Bandung. Sisi Jalan ABC sangatlah unik, berada di antara gang-gang kecil, di antara riuh pasar dan aktifitas dagang, hingga punya cerita unik yang berada di antara rumah-rumah warga.

Sebagai penutupan, kita makan di salah satu resto tematik di Dago Atas. Namanya adalah Lab Pangan. Lab Pangan adalah sebuah tempat makan yang memiliki menu berganti atau bergilir setiap harinnya. Tempatnya terbatas akan memberikan kesan intimate untuk pengunjung. Malam itu, kami mencoba dua menu yang bisa dipilih yaitu Ayam Pop, dan Pecak Nila. Keduanya memiliki sisi unik, antara rasa yang enak dengan konsep yang ditawarkan. Selain mencicipi kuliner, tim dari Jakarta Kuliner on Sunday juga main game berupa kuis bersama peserta trip. Tidak lupa, temen-temen juga memberikan kesan pengalaman selama menggunakan Kacamata AI dari Rokid.
Selesai juga agenda kita kali ini selama di Bandung. Semoga Bandung tetap menjadi lokasi yang selalu dicari oleh pecinta kuliner. Kami pulang langsung menuju Jakarta, dan sampai jumpa.
Untuk kalian yang belum pernah join aktifitas bareng Fujishoid, pantau terus akun Instagram kami.


