Kamera cinema terbaru Fujifilm, GFX Eterna 55 ini dibuat berdasarkan teknologi sensor “large format” 100MP, berdimensi 44 x 33mm, 1.7x lebih besar dari sensor full frame. Sensornya punya fitur dual gain di ISO 800 dan 3200, dan juga perekaman resolusi maksimal 8K.
Yang beda dari GFX Eterna ini adalah kamera cinema digital yang punya film simulation. Dengan pakai F-Log2 atau F-Log2c/F-GamutC, Filmmaker bisa pakai film simulation LUT untuk Provia, Velvia, Astia, Reala Ace, Classic Chrome, Classic Neg, Acros dan Eterna Bleach Bypass. Semua itu ditambah dengan seluruh kelebihannya dynamic range F-Log2!

Nah, GFX Eterna 55 ini juga dibekali fitur-fitur essential untuk filmmaker. Lengkap dari internal electronic ND filter, dual gain ISO, PL Mount adapter, weather resistant, dual side monitor, mounting point aksesoris, 12G SDI & HDMI, 12V DC power input, V-Mount, dan tentunya format recording yang fleksibel. 4:3 Open Gate, 8K/4KDCI dengan format 35mm, super 35, hingga recording anamorphic.

Untuk codec, GFX Eterna 55 ini mampu merekam dengan codec Apple ProRes HQ sebagai codec utama. Tapi, GFX Eterna 55 ini juga support perekaman RAW external via HDMI. Codec yang ukuran filenya besar ini pastinya perlu media penyimpanan yang cukup dan cepat juga. Makanya, GFX Eterna ini bisa pakai CFExpress TypeB dan juga SSD!
Buat filmmaker, pastinya sudah tau apa yang dibutuhin di sebuah kamera cinema. Nah, Fujifilm mengemas semua teknologi itu dalam satu paket, dengan GFX Eterna ini!




